Sektor Energi Terbarukan di IKN Nusantara Jadi Target Incaran Investasi ACWA Power, Perusahaan Arab yang Siap Jor-joran?

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Agung Wicaksono menyatakan komitmen untuk mengembangkan energi terbarukan di IKN Nusantara. (JPNN.com)

Pemerintah Indonesia telah secara resmi menawarkan 69 proyek pembangunan prioritas kepada investor Amerika Serikat (AS) melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dalam acara AmCham Indonesia 11th US-Indo Investment Summit 2023 dengan tema “Mapping the Legacy, Navigating the Future” yang diadakan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Direktur Pengembangan dan Promosi Kementerian Investasi/BKPM, Rakhmat Yulianto mengundang para investor untuk mendalami lebih lanjut tentang peluang investasi di Indonesia.

Proyek-proyek pembangunan prioritas tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Rakhmat, termasuk dalam Peta Peluang Investasi BKPM senilai US$13 triliun, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur industri dan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Proyek-proyek tersebut tersebar di 20 kabupaten/kota di 13 provinsi di seluruh Indonesia, menandai komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor infrastruktur dan energi yang berkelanjutan.

Beberapa di antara proyek pembangunan prioritas tersebut juga secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan pusat pengelolaan bahan berbahaya dan zat beracun serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Provinsi Banten. Selain itu, Rakhmat juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah menyiapkan 30 kawasan ekonomi khusus yang memudahkan investor untuk berinvestasi dalam sektor energi hijau, termasuk peluang investasi di sektor kesehatan.

Dengan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja dan produk aturan turunannya, pemerintah berkomitmen untuk memperluas kerja sama investasi. Upaya ini juga didukung dengan berbagai insentif yang diberikan kepada para investor, termasuk insentif pajak, fiskal, dan pengecualian cukai impor, yang semakin memperkuat daya tarik investasi di Indonesia. Dalam upaya memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, pemerintah Indonesia memandang adanya potensi besar yang dapat dijajaki dalam rangka kolaborasi bisnis kedua negara tersebut.

Demikian informasi seputar proyek pembangunan prioritas. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Biserje.com.