Top 10 Negara Termiskin di Dunia: Perjuangan Meningkatkan Kesejahteraan Masih Panjang?

Negara asal Afrika Timur ini menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di dunia. (JPNN.com)

Negara mana yang memiliki tingkat kemiskinan paling parah? Setiap negara di dunia memiliki tingkat ekonomi yang berbeda-beda, dan hal ini dapat diukur melalui indikator seperti Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. PDB per kapita merupakan ukuran total PDB suatu negara yang dibagi dengan jumlah penduduknya, dan menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas kesejahteraan penduduk dari segi ekonomi.

Namun, kenyataannya, beberapa negara harus berhadapan dengan kenyataan yang pahit karena memiliki tingkat PDB per kapita yang sangat rendah, sehingga dikategorikan sebagai negara miskin. Berdasarkan data World Bank per tanggal 29 Juli 2023, inilah daftar 10 negara paling miskin di dunia:

  1. Burundi (PDB per kapita Rp3,6 juta)

Negara asal Afrika Timur ini menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di dunia. Dengan PDB per kapita sebesar hanya US$240, atau setara dengan Rp3,6 juta, Burundi menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan taraf hidup penduduknya.

2. Afghanistan (PDB per kapita Rp5,85 juta)

Di posisi kedua ada Afghanistan dengan PDB per kapita sebesar US$390 atau sekitar Rp5,85 juta. Rendahnya pendapatan di negara ini disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan tingginya tingkat korupsi yang menghambat kemajuan ekonomi.

3. Somalia (PDB per kapita Rp7,05 juta)

Somalia telah mengalami banyak masalah dalam beberapa dekade terakhir, termasuk pertumbuhan penduduk yang cepat, masalah kesehatan, dan ketidakstabilan. Semua ini menyebabkan tingkat PDB per kapita negara ini hanya sebesar US$470 atau sekitar Rp7,05 juta.

4. Republik Afrika Tengah (PDB per kapita Rp7,20 juta)

Republik Afrika Tengah juga termasuk dalam daftar negara miskin dengan PDB per kapita sebesar US$480 atau sekitar Rp7,20 juta. Faktor-faktor seperti konflik dan keterbelakangan berkontribusi pada situasi ekonomi yang sulit di negara ini.

5. Mozambik (PDB per kapita Rp7,50 juta)

Mozambik memiliki PDB per kapita sebesar US$500 atau sekitar Rp7,50 juta. Meskipun negara ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi masalah tingkat kemiskinan masih menjadi tantangan besar bagi pemerintahnya.

6. Sierra Leone dan Madagaskar (PDB per kapita Rp7,65 juta)

Sierra Leone dan Madagaskar sama-sama memiliki PDB per kapita sebesar US$510 atau sekitar Rp7,65 juta. Kedua negara ini menghadapi berbagai masalah seperti ketidakstabilan politik dan sosial yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lambat.

7. Republik Demokratik Kongo (PDB per kapita Rp8,85 juta)

Republik Demokratik Kongo memiliki PDB per kapita sebesar US$590 atau sekitar Rp8,85 juta. Meskipun kaya akan sumber daya alam, korupsi dan konflik berkepanjangan telah menyebabkan kemiskinan yang luas di negara ini.

8. Nigeria (PDB per kapita Rp9,15 juta)

Nigeria merupakan negara terbesar di Afrika, namun memiliki PDB per kapita sebesar US$610 atau sekitar Rp9,15 juta. Ketimpangan sosial dan ketidakstabilan politik merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara ini.

9. Malawi (PDB per kapita Rp9,60 juta)

Malawi memiliki PDB per kapita sebesar US$640 atau sekitar Rp9,60 juta. Negara ini mengalami banyak tantangan dalam mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi tingkat kemiskinan.

10 Togo (PDB per kapita Rp9,90 juta)

Di posisi kesepuluh ada Togo dengan PDB per kapita sebesar US$660 atau sekitar Rp9,90 juta. Negara ini juga menghadapi masalah ketimpangan sosial dan keterbatasan infrastruktur yang menjadi hambatan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Tingkat kemiskinan yang tinggi di negara-negara ini menunjukkan bahwa ada banyak tantangan yang harus diatasi dalam mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup penduduknya. Dibutuhkan komitmen dan upaya bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat internasional, untuk membantu negara-negara ini keluar dari jeratan kemiskinan dan menuju masa depan yang lebih cerah.