Menteri Tito Karnavian Sebut Pasokan Beras untuk Bansos Masih Cukup, tapi Bakal Cepat Habis?

Pemerintah memberikan rekomendasi untuk pembatasan pembelian beras sebanyak 10 kg per hari di toko ritel. (Tribunnews.com)

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian (Mendagri Tito) memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebutkan bahwa pasokan beras atau stok beras di Indonesia semakin menipis. Tito Karnavian mengatakan bahwa menurut informasi yang dia terima, stok beras masih cukup, bahkan termasuk untuk bantuan sosial (bansos) kepada 21,3 juta rakyat miskin.

“Saya belum tahu stok beras menipis. Setahu saya waktu rapat minggu lalu, stok beras relatif cukup bagus, relatif bisa mencukupi (termasuk untuk bansos rakyat miskin). Kalau ada yang menipis saya belum tahu, ini informasi bagi saya,” jelasnya.

Tito Karnavian juga mengingatkan bahwa banyak negara, termasuk Indonesia, saat ini menghadapi masalah serupa akibat dampak El Nino dan kekeringan. Beberapa negara yang sebelumnya mengekspor beras kini menahan stoknya untuk kebutuhan dalam negeri. Hal ini membuat banyak negara berjuang untuk memastikan pasokan beras bagi warganya.

Menteri Tito Karnavian juga membantah bahwa pemerintah memberikan rekomendasi untuk pembatasan pembelian beras sebanyak 10 kg per hari di toko ritel. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa pembatasan tersebut mungkin terjadi sebagai akibat dari ketidakcukupan pasokan beras.

Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah selalu mengawasi rantai pasok beras di Indonesia, dari importasi hingga tingkat eceran. Meskipun masih terdapat beberapa pembatasan pembelian di ritel modern, pemerintah terus berupaya memperkuat persediaan stok beras dan menjaga kelancaran distribusinya. Sebelumnya, Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah mengumumkan bahwa 21,3 juta warga miskin akan menerima beras gratis mulai September 2023 sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan harga beras yang naik di pasaran.

Bansos ini akan terus dibagikan pada bulan Oktober dan November. Hal ini merupakan bagian dari operasi pasar yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras di Indonesia. Semga saja memang pasokan beras Indonesia masih aman dan tidak mengalami kelangkaan.