Peran Besar UMKM Hadapi Badai PHK yang Melanda Indonesia, BUMN Malah Angkat Tangan?

BUMN upayakan redam ledakan badai PHK di Indonesia. (JPNN.com)

Badai (PHK) pemutusan hubungan kerja tengah menjadi topik panas karena terjadi hampir di seluruh sektok Tanah Air Indonesia. Puluhan perusahaan dilaporkan telah melakukan pengurangan karyawan. Di tengah kabar PHK tersebut, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih tetap berkembang dan menciptakan lapangan kerja. Pengamat dari Pusat Studi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Syamsul Anam mengatakan, transformasi secara menyeluruh pada BUMN memberikan dampak pada UMKM.

“Keberpihakan BUMN dalam ikut mendorong bangkitnya UMKM dan merangsang penyediaan lapangan kerja adalah langkah besar di tengah keraguan publik atas performa BUMN,” ujar Syamsul dalam keterangannya pada Minggu, 11 Desember.

Syamsul memaparkan perbaikan kondisi BUMN berdampak besar dalam meningkatkan kontribusi terhadap negara dan juga masyarakat, khususnya dalam mengatasi badai PHK. Syamsul menyebut dampak terbesar yang ditimbulkan BUMN ialah pada sektor UMKM serta pembukaan lapangan kerja.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, BUMN telah menciptakan lapangan kerja bagi 45 juta orang, antara lain melalui program BRI sebanyak 32,7 juta orang, dan lapangan kerja melalui program PNM Mekaar bagi 13 juta orang, serta ada 160 ribu petani yang terlibat dalam program Makmur.

Selain Redam Badai PHK, BUMN Tingkatkan Sistem Pelayanan Pada Masyarakat

Selain sektor UMKM dan pembukaan lapangan kerja, lanjut Syamsul, masyarakat juga telah melihat langsung dampak perubahan tata kelola BUMN yang jauh lebih sehat dan profesional. Menurut Syamsul, pengelolaan BUMN yang profesional akan meningkatkan peran dan pelayanan BUMN kepada publik.

“Publik juga memberikan sentimen positif atas konsolidasi vertikal dan horizontal bisnis dan manajemen BUMN. Saya kira dari performa ini Pak Erick Thohir patut diapresiasi,” kata Syamsul. Kondisi keuangan Indonesi juga cukup stabil, jadi badai PHK bakal diupayakan teredam dengan UMKM.

Sebelumnya, hasil survei nasional Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Erick mencapai 59,4% atau tertinggi kedua setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Tingkat kepuasan tersebut lebih tinggi daripada kinerja menteri lain yang berada di bawah 55%.

Survei nasional Poltracking Indonesia digelar pada 21-27 November 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei juga memberikan gambaran terkait peningkatan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang mencapai 73,2%. Angka itu bergerak naik dari Mei (59,6%), Agustus (66,2%) dan November (73,2%). Apakah Anda termasuk yang terkena badai PHK atau justru baru mendapatkan pekerjaan dan bergabung dengan UMKM?