Realisasi investasi asing di Maluku Utara terus menunjukkan capaian positif. Hingga triwulan II semester I tahun anggaran 2025, nilai investasi yang terealisasi sudah menembus Rp44,67 triliun atau 53,59 persen dari target nasional Rp83,36 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Maluku Utara, Yuni Marlina Soamole menjelaskan bahwa kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai Rp40,23 triliun. Angka tersebut setara 90,07 persen dari keseluruhan realisasi.
Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya menyumbang Rp4,43 triliun atau 9,93 persen. Data ini memperlihatkan bahwa dominasi investor asing masih sangat kuat di provinsi penghasil nikel tersebut.
Pertambangan Jadi Magnet Investasi Asing di Maluku Utara
Yuni menegaskan, dominasi investasi asing di Maluku Utara tidak lepas dari besarnya potensi mineral, khususnya nikel dan logam dasar lainnya. Sektor pertambangan serta industri pengolahan berbasis nikel menjadi penopang utama arus investasi.
Selain pertambangan, investor asing juga menanamkan modal di sektor pembangunan kawasan industri, smelter, hingga energi terbarukan. Beberapa wilayah seperti Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Utara kini berkembang menjadi pusat industri baru.
Pada 2024 lalu, Maluku Utara mencatat realisasi investasi Rp75,02 triliun atau 80,91 persen dari target Rp92,72 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp65,89 triliun berasal dari PMA, menunjukkan pola yang tetap didominasi modal asing.
Meski capaian investasi asing di Maluku Utara sangat tinggi, pemerintah daerah menyadari pentingnya meningkatkan peran investor dalam negeri. Yuni menegaskan peluang akan dibuka lebih luas untuk pengusaha lokal maupun nasional.
Bidang strategis seperti perikanan, perkebunan, pariwisata, hingga jasa diproyeksikan menjadi sektor diversifikasi investasi. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan kemudahan perizinan, pendampingan, dan kepastian hukum bagi seluruh investor.
Dengan realisasi yang sudah melampaui setengah target di semester pertama, optimisme pemerintah cukup tinggi bahwa capaian hingga akhir 2025 bisa melebihi hasil tahun sebelumnya.
Dominasi investasi asing di Maluku Utara menegaskan daya tarik besar sektor pertambangan dan nikel. Namun, pemerintah daerah juga mendorong diversifikasi agar investor dalam negeri ikut menjadi pemain utama di sektor strategis.
Demikian informasi seputar pertumbuhan investasi asing di Maluku Utara. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Benoanews.Com.
Tags: Bisnis, BKPM, Ekonomi, Ekonomi Daerah, Investasi Asing di Maluku Utara, Investasi Nikel, Keuangan, Pertambangan Maluku Utara, PMA Maluku Utara